Tantangan Kian Berat, Pejabat Baru Harus Lebih Semangat

Tantangan persoalan Narkotika ke depan kian berat, sehingga para pejabat BNN eselon II, III dan IV yang baru dilantik hari ini, dituntut untuk lebih fokus dan semangat untuk mengatasi masalah Narkotika yang kian dahsat.

 Kepala BNN, DR Anang Iskandar berpesan kepada para pejabat baru agar dapat mengimplementasikan kebijakan pengurangan demand dan supply secara seimbang dan sesuai dengan UU Narkotika No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Sesuai UU narkotika, bahwa dalam konteks pengurangan demand, langkah pencegahan dan rehabilitasi menjadi sangat penting, terutama merehabilitasi para penyalah guna Narkotika yang jumlahnya mencapai empat juta jiwa”, urai Kepala BNN, di Ruang Rapat VIP lantai 1, BNN, Jumat (31/7).

Menurut Kepala BNN, penanganan penyalah guna Narkotika harus lebih serius karena mereka berpotensi menjadi pecandu. “Para penyalah guna Narkotika potensial menjadi pecandu, sehingga para penyalah guna tersebut perlu untuk dikonversikan menjadi pecandu melalui asesmen terpadu”, imbuh Jenderal bintang tiga ini.

Seperti disebutkan sebelumnya, penanganan penyalah guna Narkotika  yang telah mencapai empat juta orang, harus lebih maksimal melalui program rehabilitasi seratus ribu penyalah guna Narkotika. Ke depan, tantangan akan semakin meningkat karena rehabilitasi yang ditargetkan akan lebih jauh lebih besar dari target saat ini.

“Satu hal yang harus menjadi catatan penting adalah gerakan rehabilitasi yang masif itu diperlukan agar prevalensi Narkotika di negeri ini bisa ditekan, jangan sampai mencapai angka 10 juta, karena jika itu memang terjadi, maka itu akan lebih mengerikan”, tegas Anang di hadapan para  pejabat yang dilantik dan undangan.

Sementara itu, dalam pengurangan supply, Kepala BNN meminta jajarannya untuk lebih agresif dan kreatif dalam mengungkap kasus, mengingat kasus Narkotika termasuk dalam kejahatan tanpa korban.

 

“Dalam hal pemberantasan, Bandar atau pengedar tak hanya diancam dengan hukuman mati akan tetapi juga disita asetnya agar nantinya bisa digunakan kembali untuk P4GN”, pungkas Kepala BNN.